Editor Majalah 10Asia : Tentang BIGBANG

Catatan penerjemah: Ini adalah tulisan berupa memo yang saya temukan di blog MyoungSeok Kang (editor dari majalah 10Asia). Saya merasa tulisan ini sangat menarik, oleh karena itu saya ingin menyebarkannya ke fans luar negeri.

1. ‘Blue’ sepertinya tidak cocok untuk diputar di jalanan karena tidak bertempo cepat sehingga tidak dapat menimbulkan keriuhan di jalan. ‘Bad Boy’ juga mengalami kasus yang sama. Namun, ‘Fantastic Baby’ yang memiliki tempo cepat, akan lebih cocok diputar dijalanan dari semua lagu yang ada. Dengan kata lain, lagu-lagu mereka kurang menarik untuk dinyanyikan oleh semua orang seperti lagu IU ‘Good Day”. Apakah resiko ini perlu untuk Big Bang?

2. Keuntungan seorang artis tidak hanya didapatkan dari penjualan album/musik. Misalnya, kesuksesan Girls Generation lebih banyak didapatkan dari konser dan iklan dibandingkan dengan penjualan album dan musik. Pendapatan dari konser tergantung dari banyaknya fans, iklan ditawarkan kepada artis yang terkenal dan memiliki nilai sebagai perwakilan dari bidang mereka. Selanjutnya, artis yang trendi muncul dalam iklan untuk merk pakaian yang menargetkan penjualan mereka kepada masyarakat yang berumur 20-an, sedangkan artis penyanyi trot yang lebih tua muncul dalam iklan obat rematik. Girls Generation mendapatkan popularitas dari semua golongan umur, oleh karena itu mereka muncul dalam berbagai iklan. Namun, G-Market merekrut Big Bang sebagai model mereka dan mengeluarkan slogan “G-Market Untuk 20-an.”

3. Masyarakat dapat memiliki pendapat mereka masing-masing mengenai apakah Big Bang adalah ikon dari mereka yang berumur 20-an. Meskipun begitu, benar faktanya bahwa dari semua grup idol yang ada, Big Bang telah mengikuti gaya dan tren dari mereka yang berumur 20-an. G-Dragon adalah ikon fashion dan Big Bang telah merilis musik seperti ‘Tonight’ yang sangat bagus dan trendi. Meskipun lagu GD&TOP, ‘High High’ dan ‘Knock Out’ tidak menduduki semua tangga lagu, namun lagu tersebut membuat Big Bang menjadi grup idol yang dapat tampil di sebuah klub dengan bebas. Lebih lagi, Taeyang seperti musisi berkulit hitam. Menjadi grup terkenal, Big Bang memberikan musik dan fashion yang dapat dianggap ‘cool’ oleh mereka yang berumur 20-an. Oleh karena itu, perusahaan yang menargetkan umur 20-an sebagai target pasar mereka mungkin akan memilih Big Bang sebagai grup idol pria yang akan mengiklankan produk mereka.

4. Semua lagu Big Bang memliki karakteristik yang berbeda. ‘Blue’ adalah perpaduan dari melodi elektonika dan tradisional; ‘Bad Boy’ merupakan lagu hip-hop dan ‘Fantastic Baby’ adalah lagu klubbing. Meskipun begitu, semua lagu ini didasari oleh hip-hop dan elektronika dengan gaya pop dunia barat. Jika seseorang mengambil lagu dari tangga lagu Billboard, maka ia dapat mendengarkan ‘Blue’ melalui earphone ketika ia sedang sendirian; berjalan sesuai irama sambil mendengarkan ‘Bad Boy’ dari Dr. Dre-nya; dan menarikan ‘Fantastic Baby’ di klub pada Jumat malam. Lagu-lagu ini sepertinya dibuat untuk mereka yang sensitif kepada gaya dan tren. Sangat sulit dikatakan bahwa semua ini telah dimaksudkan oleh Big Bang atau YG Entertainment. Meskipun begitu, YG secara antuasias telah membawa musik hip-hop dan elektronika ke Korea dan anggota Big Bang telah mencoba untuk menjadi perwakilan dari mereka yang berumur 20-an. Orang-orang yang berumur 20-an mengikuti arahan Big Bang, mencari sesuatu yang keren, dan dalam proses tersebut, selera publik juga akan mengikuti jejak Big Bang. Melalui ketrendian Big Bang, fashion dan pop, Big Bang dapat mendominasi sebagian besar dari tren di kalangan umur 20-an. Big Bang tidak perlu lagi menciptakan lagu hit seperti yang mereka lakukan di ‘Lies’. Yang lebih penting untuk Big Bang adalah mengingatkan generasi mereka bahwa mereka adalah grup ‘canggih dan trendi’. Selain itu, ‘Lies’ sendiri adalah produk dari ketrendian dan ketertarikan massal.

5. Penampilan Big Bang di acara musik SBS ‘Inkigayo’ pada tanggal 11 telah menunjukkan siapa sebenarnya Big Bang. Big Bang adalah grup yang memfokuskan pengaruh mereka kepada gaya dan tren daripada kepopuleran dan besarnya fandom mereka. Penampilan dengan koreografi yang persis sama tidak sesuai dengan grup ini. Lagu seperti ‘Blue’, dimana lagu mengalir dengan tenang tidak dapat diekspresikan melalui gerakan tarian dan lagu seperti ‘Fantastic Baby’, dimana anggotanya perlu ‘bermain’ seperti sedang klubbing membutuhkan penataan lampu dan panggung yang sesuai. Sangat susah untuk mengekspresikan detail-detail kecil dari setiap lagu dalam konser Big Bang karena semuanya ditampilkan dalam panggung yang sama. Namun dalam ‘Inkigayo’, Big Bang dapat mengekspresikan setiap karakteristik unik lagu-lagu itu melalui penataan panggung yang berbeda-beda. Penataan panggung untuk ‘Blue’ dan ‘Fantastic Baby’ memvisualisasikan perasaan dari lagu itu sendiri. Big Bang menyanyikan lagu-lagu tersebut dengan lebih lembut dan mengajak para penonton merasakan lagu mereka melalui keseluruhan suasana dari panggung. Big Bang menjadi lebih baik dalam menyampaikan kepada publik mengenai apa yang mereka rasakan. Saat ini, apa yang mereka ingin lakukan dan sedang lakukan adalah sama seperti apa yang mereka harus lakukan untuk mendapatkan keuntungan dari pasar.

Source: http://blog.naver.com/lennonej/150133870765 (via: bigbangupdates) English translation: Beau @ bbvipz English to Bahasa: FinCh @ BigBangIndonesia via : Yeppopo
  1. No trackbacks yet.

Silahkan Berkomentar..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: